Sunday, 26 January 2014

Rekrutmen Desember 2013

Nurhayat (Manajer Iklan Upeks) saat memaparkan materinya di depan peserta.
Oleh Syahrir Hakim

Salah satu hasil rapat awal pekan pertama bulan November 2013 di kantor saya, merekomendasikan rekrutmen karyawan baru di semua bagian. Kebijakan pimpinan PARE POS ini untuk mengefektifkan karyawan baru mulai Januari 2014.


Selaku manager personalia dan PSDM, saya langsung menindaklanjuti rekomendasi itu dengan membuka pendaftaran selama tujuh hari. Hingga hari terakhir pengumuman penerimaan, surat lamaran sudah bertumpuk di meja saya. Pelamar untuk redaksi rata-rata berijazah strata satu. Sedangkan iklan/sponsorshif dan sirkulasi ada S1 ada juga tamatan SLTA.

Tiba masanya pelamar menjalani tes wawancara, saya hanya merekomendasikan 16 dari 40 pelamar yang lolos berkas, berhak mengikuti tes wawancara. Hasilnya, semua lulus dan wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat). 


Diklat dimaksudkan agar calon-calon karyawan dapat mengetahui dan memahami apa dan bagaimana bekerja di media penerbitan semacam Harian PARE POS. Semua manager bagian dan redaktur ambil bagian menjadi pemateri. Terakhir, saya menghadirkan pemateri dari Fajar Group masing-masing Mustawa Nur (Direktur Berita Kota Makassar), Arsyad Hakim (Staf Redaksi Harian Fajar) dan Nurhayat (Manager Iklan Upeks).

Senin, 2 Desember ke 16 calon karyawan/wartawan tersebut, saya serahkan kepada masing-masing manager bagian untuk selanjutnya menjalani masa magang alias percobaan selama dua bulan. Lima wartawan, lima di bagian iklan, empat di bagian sponsorshif, dan dua orang di bagian sirkulasi. 

Sampai hari ini (ditulisnya blog ini, pen) jumlah yang saya serahkan itu kelihatannya menyusut, tinggal separo yang bertahan mengikuti masa magang. Separo lainnya sudah "buang handuk" alias mundur teratur. Di antara yang bertahan kelihatannya tetap enjoy melaksanakan tugasnya, terutama reporter.
  
Kenapa demikian dan apa penyebab, sehingga mereka tidak betah menjalani masa magang hingga menjadi karyawan tetap atau organik. Entahlah, asal tahu saja, bekerja di sebuah media penerbitan dibutuhkan ketekunan, kreativitas, inovasi, dan sanggup bekerja secara tim. 

Latar belakang pendidikan tidak menjamin seseorang dapat bekerja dengan baik. Apalagi jika dari awal niatnya hanya sekadar mencari pengalaman atau tidak ada lagi pekerjaan lain.
Yang paling parah, ketika seorang pelamar ingin bekerja di Pare Pos sambil menunggu terbukanya penerimaan CPNS. (**)

No comments:

Post a Comment