Sunday, 10 April 2016

Kartu Tes Urine

Petugas BNNP Sulsel Ishak Iskandar bersama dua rekannya saat bertandang di PARE POS
MOMUMEN Cinta Sejati Habibie-Ainun menjadi saksi bisu peluncuran program Parepare Peduli Perangi Narkoba, Minggu 10 April 2016. Event itu dirangkaikan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Provinsi Sulsel 2016. Tidak tanggung-tanggung, panitia menghadirkan pejabat teras Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat dan Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo.

Program itu merupakan langkah Pemkot Parepare dalam upaya 'bersih-bersih' dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayahnya. Tak dapat disangkal lagi pergerakan peredaran gelap narkoba semakin liar. Boleh dikata, narkoba sudah menyasar semua lini.

Hampir setiap hari media menyuguhkan berita penangkapan penyalahgunaan narkoba. Tersangka pelakunya bukan saja warga sipil, tetapi oknum aparat pemerintahan, penegak hukum, malah sudah sampai kepada aparat keamanan.

Merinding juga bulu roma mendengar geliat para pengedar dan pengguna narkoba sekarang ini. Batin saya mengatakan, jika sekiranya pemerintah perlu melakukan tes urine secara nasional. Meski sekarang ini, beberapa instansi sudah melakukan hal itu bagi pejabat dan pegawainya.

Tes urine secara nasional maksudnya, semua warga negara harus tes urine. Kalau perlu dibuatkan semacam 'Kartu Hasil Tes Urine'. Jika ada urusan ke kelurahan, kecamatan, atau ke mana saja, termasuk caleg, bakal calon pilkada wajib menunjukkan 'Kartu Hasil Tes Urine' tersebut.

Jika tes urine secara nasional ini dilakukan, tentunya akan menggunakan biaya yang tidak sedikit. Tetapi jika dibanding dengan akibat yang akan ditimbulkan, cepat atau lambat bisa habis satu generasi dalam negara ini. Bayangkan! Rasa kecanduan yang diciptakan narkoba tersimpan dalam memori pecandu, sehingga membuat pecandu itu sulit lepas dari pengaruh buruk narkoba.

Terkait peredaran narkoba, sebuah informasi menyebutkan, dalam perang modern yang disebut perang asimetris alias perang nonmiliter, narkoba merupakan alat efektif untuk melumpuhkan sasaran. Pihak asing sebegitu piawai melakukan serangan untuk menghancurkan bangsa dan negara ini, dengan merusak masa depan generasi muda di sebuah negeri.

Pemkot Parepare pun bergerak cepat. Kini Parepare resmi 'berperang' dengan penyalahgunaan narkoba. Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe SH MH ingin agar aparat dan masyarakatnya bersih dari penyalahgunaan narkoba. Generasi muda harus diselamatkan dari cengkeraman narkoba. (**)

No comments:

Post a Comment