Thursday, 22 August 2013

Parepare Mencari Walikota

Pilwalkot dan Tempat Kos


Dari kiri Pasangan calon wali kota Parepare 1. Tosi Bolana, 2. Bersaudara,
3. Darma-Rui, 4. TQ-H1, dan 5. TPFAS.
Oleh Syahrir Hakim

DALAM bulan Agustus 2013, khususnya di Kota Parepare ada tiga momen penting yaitu Ramadan hingga perayaan Idul Fitri, peringatan ke 68 HUT Proklamasi 17 Agustus, dan pemilihan wali kota-wakil wali kota Parepare (Pilwalkot) periode 2013-2018.

Bulan Ramadan yang penuh berkah hingga hari kemenangan Idul Fitri 1 Syawal 1434 H telah berlalu. HUT 68 Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 2013 pun telah kita peringati dengan hidmat. Kini tinggal momen Pilwalkot yang akan dihelat Kamis, 29 Agustus 2013.

Penulis dan kita semua tentunya berharap agar proses Pilwalkot berlangsung aman, tertib, dan lancar, sehingga menghasilkan wali kota yang betul-betul dapat memajukan Kota Parepare dan menyejahterakan warganya. Amin

Pilwalkot kali ini diikuti 5 (lima) kandidat pasangan calon (Paslon). No. Urut 1. Andi Babba Oddo-Syaifuddin La Intang (Tosi Bolana) yang didukung 17 partai nonparlemen. No. Urut 2. Sjamsu Alam-Andi Darmawangsa (Bersaudara) didukung PDI-Perjuangan dan Partai Demokrat.
Sedangkan No. Urut 3. Andi Darma Setiawan-Muhammad Rui (Darma-Rui) paslon Independen. No. Urut 4. Taqyuddin Jabbar-Herman ZK (TQ-H1) didukung PPP, PBB, Hanura, PKPI, dan PKS. No. Urut 5. Taufan Pawe-Faisal A Sapada (TP FAS) didukung Partai Golkar, PAN, PPI, dan PKB.

Memilih kepala daerah kurang lebih hampir sama seperti memilih tempat kos yang akan kita tempati. Tidak asal coblos..., blos, beres! Sebab jika kita salah dalam menggunakan “bagaimana" dalam memilih kedua hal di atas (kepala daerah & tempat kos, pen), maka akan berpengaruh besar dengan kos yang akan kita tempati.

Dalam memilih kos, tentu saja kita menginginkan tempat yang kondisinya sesuai dengan informasi atau kondisi yang diberitahu oleh pemilik atau pengelola kos. Dan tentu juga kita juga menginginkan pemilik atau pengelola kos tersebut memperhatikan kondisi fasilitas kos. Bahkan kalau bisa memperhatikan penghuni kos sekalian.

Begitu juga dengan kepala daerah. Kita menginginkan kepala daerah yang memperhatikan fasilitas-fasilitas daerah tempat kita tinggal. Bahkan harus bisa memperhatikan kebutuhan kita. Seperti kesehatan, pendidikan, keamanan, dan transportasi.

Nah, untuk orang yang masih ‘galau’ (pemilih mengambang, pen) saya ingin membagi sudut pandang saya tentang bagaimana cara saya memilih kepala daerah yang baik dan benar.

Setelah Anda membaca tulisan saya ini, saya berharap Anda yang masih 'galau' dalam memilih pemimpin dapat memutuskan dengan bijak. Ingat, jangan menggunakan satu acuan dalam memilih pemimpin.

Anda harus sangat objektif dan teliti dalam memilih pemimpin. Karena sebuah kota dapat berkembang pesat dalam 5 tahun, jika Anda memiliki pemimpin yang tepat. Dan kota itu dapat menjadi lebih berantakan jika memiliki pemimpin yang salah.

Akhir kata, mari kita berbondong-bondong menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS) masing-masing, pada Hari Kamis, 29 Agustus 2013 untuk menggunakan hak pilih sesuai nurani masing-masing.
Dengan mengucapkan bismillahi rrahmani rrahim, coblos-lah salah satu dari kelima tanda gambar paslon pilihan Anda, seraya berdoa semoga pilihan Anda tepat! (*)

No comments:

Post a Comment