Thursday, 30 March 2017

Ada OTT di Warkop

SAMBIL menyeruput kopinya seteguk demi seteguk, si Sohib menanyakan isu yang sedang berkembang belakangan ini. Ternyata sohib La Oegi ketinggalan isu. "Kita kan dengar isu penculikan anak. Ada juga rencana penggusuran lapak UKM di halaman Kantor Pos, yang paling 'ngeri-ngeri sedap' Operasi Tangkap Tangan alias OTT," La Oegi menjelaskan ke sohibnya.

Beberapa hari lalu, ada oknum aparat dan honorer di Negeri Antah Berantah 'digaruk' Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli). Keduanya kena OTT, karena diduga melakukan pungli terhadap warga yang mengurus administrasi kependudukan.

Si Sohib sempat memplesetkan OTT. Saking seringnya masuk warkop, OTT pun dihubung-hubungkan dengan menu di warkop langganannya. Parahnya, malah La Oegi diisukan kena OTT di warkop itu. "Lah, apa pula masalah saya, sehingga kena OTT," tanya La Oegi ke sohibnya.

Si Sohib tidak langsung menjawab pertanyaan La Oegi. Dia sengaja membuat teman kental itu penasaran. Sambil menyeruput sisa-sisa kopinya, baru dia mengungkapkan isu OTT di warkop itu. "Maksud saya, setiap La Oegi masuk warkop, langsung pesan alias Order Teh Tarik disingkat OTT. Bukan Operasi Tangkap Tangan," jawab si Sohib bercanda.

Kembali ke laptop. Eh salah! Pungutan liar disingkat pungli. Kata La Oegi, kebiasaan pungli kerap menjadi keluhan di masyarakat. Masyarakat merasa dipersulit dalam sebuah birokrasi. Kemudian dimintai sejumlah 'uang pelicin' agar apa yang tengah mereka proses bisa berjalan dengan lancar.

Sudah menjadi kebiasaan dan seakan mendarah daging dalam kehidupan kita. Tampaknya, masyarakat pun malah cenderung pasrah karena mereka memang hampir tidak berdaya untuk melawan. "Sulitkah memberantas pungli hingga ke akarnya?" tanya si Sohib.

Mendengar pertanyaan itu, La Oegi mengatakan, bergantung pada tekad, komitmen, dan usaha semua pihak mulai dari masyarakat hingga aparat pemerintahan. "Pemberantasan pungli akan mudah dilakukan, asalkan ada kemauan yang kuat," tantang La Oegi.

La Oegi menyebutkan, dalam memberantas pungli ada beberapa hal yang wajib dilakukan oleh semua pihak. "Apa itu," celetuk si Sohib. Pertama, persoalan mental. Moral anak bangsa ini harus direvolusi. Nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kerja keras harus tertanam dalam setiap individu.

Kedua, penguasa negeri harus memiliki tanggung jawab penuh. Menindak tegas aparat yang terbukti melakukan pungli. "Sanksi harus ditegakkan. Jangan biarkan OTT berlalu tanpa sanksi," kata La Oegi. Ketiga, mendukung kegiatan Satgas Saber Pungli dalam memberantas perbuatan tak terpuji itu. "Salam OTT," ujar La Oegi sambil pamit numpang lewat. (**)

No comments:

Post a Comment