Monday, 1 July 2013

"Obat Warung" Ternyata Lebih Ampuh

Penulis di saat masih terbaring di RS
Oleh: Syahrir Hakim

Ada cerita menarik ketika saya dirawat di Rumah Sakit (RS) Andi Makkasau Parepare. Tiga hari sempat terbaring di bangsal. Awalnya hanya perasaan lemas yang membawa saya masuk ke UGD.

Setelah diperiksa dokter saya dianjurkan istirahat alias opname. Seorang perawat menusukkan jarum infus ke tangan kiri pertanda saya segera diopname. Selama di bangsal RS keluhan pun bertambah. Sakit kepala tiba-tiba muncul. Entah apa penyebabnya, sehingga sakit itu hinggap di kepala saya. Keluhan inipun saya sampaikan melalui suster yang bertugas.

Hari kedua, dokter yang menangani perawatan saya mengganti satu macam tablet dengan cairan berwarna merah ke dalam botol infus. Menurut dokter, sakit kepala itu dampak salah satu obat yang diminum.

Apa yang terjadi? Sakit kepala saya bukannya berhenti, tetapi makin "menjadi-jadi" alias kian bertambah. Setiap kali suster memeriksa tekanan darah dan menanyakan keluhan, saya hanya mengatakan, tinggal satu keluhan saya, SAKIT KEPALA. Dokter kembali memerintahkan suster untuk mencabut infus cairan berwarna merah dengan mengganti cairan biasa. Tetapi itupun tidak membantu meredakan SAKIT KEPALA saya.

Melihat kondisi SAKIT KEPALA saya yang kian parah, putra saya diam-diam menyarankan minum obat bodrex migra (maaf ini bukan promosi produk atau menyepelekan obat RS).

Setelah membelikan di warung depan RS, saya minum satu tablet. Sekitar 15 menit saya pun tertidur. Ketika terbangun, Alhamdulillah SAKIT KEPALA menghilang entah ke mana? Putra saya pun spontan mengatakan: "Obat warung ternyata lebih ampuh dari obat rumah sakit". Meski masih terbaring, saya sempat tertawa mendengar ucapan putra saya itu. (*)

No comments:

Post a Comment