Wednesday, 17 August 2016

PARE POS Genap 16 Tahun

Oleh : Ibrahim Manisi

Tanpa terasa, surat kabar Harian PARE POS ternyata sudah berusia 16 tahun. Tepatnya, dari 18 Agustus 2000-18 Agustus 2016. Ibarat manusia, PARE POS saat sudah berusia Remaja. Seorang anak manusia di usia remajanya, pasti banyak ulah yang sering merepotkan orang tuanya. Tingkah anak seperti inilah yang disebut orang kenakalan remaja. Padahal sebetulnya, hal itu adalah dorongan kuat kejiwaan anak  yang  sedang mencari bentuk jati dirinya.

Usia remaja memang merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju fase dewasa. Jika kurang pembinaan dan bimbingan serta pengawasan orang tuanya, maka anak itu pasti kehilangan keseimbangan. Akibatnya, jadilah anak  berperilaku nakal.

Begitu pun PARE POS yang selama ini mungkin sering mengangkat berita 'nakal' yang menjengkelkan, membuat naik pitam,  atau memusingkan kepala para pembacanya.  Bahkan saya pun sebagai salah satu orang tua yang ikut melahirkan dan membesarkannya, kadang tegang dan kesal dibuatnya.

Tetapi dua tahun terakhir ini, saya menilai para awak PARE POS sudah mulai dewasa. Ibarat pemuda dan pemudi, tingkat kematangan PARE POS jauh meninggalkan kedewasaan putra saya saat ini. Setiap hari tampilannya makin gagah dan cantik. Modenya pun tiap hari gonta ganti 'make up'  sehingga kian memikat, menawan hati masyarakat pembacanya.

Semua itu berkat niat tulus untuk 'kerja keras tumbuh bersama'  sebagaimana doktrin yang dulu setiap hari saya dengar dari mulut pendiri media FAJAR Group dan PARE POS H. Muhammad Alwi Hamu yang saat ini - salah seorang staf khusus Wakil Presiden RI JK.

Tetapi yang mengagumkan saya, adalah semangat kerja Direktur PARE POS H. Muhammad Harun Hamu yang dalam kepemimpinannya piawai memadukan  ketulusan, keseriusan, kedisiplinan, keuletan, kesabaran dan ketabahan yang diterapkan secara berbeda sesuai kondisi yang ia hadapi saat itu. Saya tahu beban Pak Harun selama ini, sangatlah berat melebihi beban yang saya pernah alami diawal berkibarnya panji PARE POS di  Ajatappareng.

Gaya kepemimpinan Harun Hamu selama ini, mengingatkan saya kepada saudara Kamaruddin, S.Sos (almarhum), direktur yang mampu mengantarkan media harian terbesar di utara Sulsel ini masuk kelompok Jawa Pos Grup. Semoga amal baktinya dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT, Amin yaa Rabbal Alamin.

Kedewasaan sebuah media sangat ditentukan kualitas SDM pengelolanya. Baik SDM di jajaran redaksinya maupun staf di bagian perusahaan. SDM di kedua bagian ini harus dimenej seimbang antara redaksi dengan  perusahaan, antara kepentingan idealisme dan bisnis serta kepentingan pemerintah dan masyarakat.

Alhamdulillah, selama setahun lebih, saya mengamati manajemen yang diterapkan Direktur Harian PARE POS H Muhammad Harun Hamu sangat tepat dan efektif mencapai tingkat kematangan dan kemajuan yang memuaskan. Ini suatu prestasi membanggakan yang harus terus dipelihara dan ditingkatkan ke depan.

Ganti Nama PT
Setiap jelang HUT PARE POS, saya selalu teringat pertemuan saya dengan HM Alwi Hamu bersama H Syamsu Nur dan HA Syafiuddin Makka pada tahun 1998, di Kantor Biro Harian FAJAR Parepare, Jalan Andi Cammi. Waktu itu, saya masih menjabat Kepala Biro Parepare.

Alwi Hamu dan rombongan saat itu hadir di Parepare mengikuti pembukaan PORWARDA PWI Sulsel. Staf khusus Wapres itu baru  terpilih jadi Ketua Pada PWI Cabang Sulsel.  "Bagaimana kalau kita bikin media di Parepare?",  Saya jawab bisa.

Pada April 1999,  lahirlah, Harian Parepare Pos di bawah pimpinan Muh Nasri Aboe.  Saat itu, bertepatan meninggalnya bapak saya Manisi di Nabire, Papua. Lalu pada rapat triwulan pertama tahun 2000, para pemegang saham sepakat menutup Harian Parepare Pos.

Lalu Mei 2000, Pak Alwi Hamu panggil saya.  "Apa tidak bisa lagi kamu kelola media di Parepare?  Saya jawab bisa dengan dua syarat;  (1) Agar nama perusahaan diganti. Pak Alwi tidak ganti nama tapi menambah 1 kata menjadi; PT. Ajatappareng Press Intermedia. Sebelumnya tidak pakai kata Intermedia. Namun Akte pendiriannya diganti. (2) Saya minta semua personelnya orang baru.

Pak Alwi setuju,  saya pun segera urus kelengkapan yang diperlukan. Sedang  Drs H Hazairin Sitepu selaku direktur menyiapkan tenaga redaksi dan perusahaan. Tanggal 15 Agustus 2000, datanglah 10 orang redaksi dan 4 orang staf perusahaan. Redaksi yang bertahan sampai sekarang; Faisal Palapa, Anju Mandji, Andi Mulyadi, Burhanuddin, Syahrir Hakim. Sedang staf yang bertahan sisa Erni Lery, SE.

Selamat hari ulang tahun ke-16 PARE POS, semoga terus berjaya.

No comments:

Post a Comment